Padat Karya Kemen PUPR Berdayakan Warga di Tengah Covid-19

Dari BBPJN Jatim - Bali PPK 4.3 Surabaya, Gresik, Sadang, telah melakukan kegiatan Padat Karya ini dari bulan April untuk pengerjaan pengendalian tanaman, normalisasi saluran, dimana kita mengambil penduduk setempat dengan berkirim surat ke kelurahan/desa sesuai dengan instruksi Menteri PUPR," ujar Merlan saat diwawancarai sbo.co.id, Jumat (19/6/2020).

Padat Karya Kemen PUPR Berdayakan Warga di Tengah Covid-19
Gambar foto : Merlan Effendi, PPK 4.3 BBJN Jatim - Bali (rompi orange tengah) saat memantau pengerjaan di lapangan| Doc : sbo.co id

Surabaya, Jawa Timur - Upaya membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat wabah virus Corona Covid-19 melalui program pemberdayaan pemerintah terus dilakukan. 

Salah satunya program Padat Karya Tunai yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Program Padat Karya Tunai Kemen PUPR sendiri dilaksanakan dengan melibatkan warga secara langsung sebagai tenaga tidak ahli untuk pengerjaan pengendalian tanaman dan normalisasi saluran.

Merlan Effendi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 ruas Surabaya,Gresik, Sadang, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali, menyampaikan untuk implementasi program Padat Karya Tunai telah dilakukan dengan melibatkan warga dari beberapa desa yang dilintasi jalan nasional dibawah kewenangannya.

"Dari BBPJN Jatim - Bali PPK 4.3 Surabaya, Gresik, Sadang, telah melakukan kegiatan Padat Karya ini dari bulan April untuk pengerjaan pengendalian tanaman, normalisasi saluran, dimana kita mengambil penduduk setempat dengan berkirim surat ke kelurahan/desa sesuai dengan instruksi Menteri PUPR," ujar Merlan saat diwawancarai sbo.co.id, Jumat (19/6/2020).

Untuk upah yang didapat oleh warga disesuaikan dengan upah minimum harian yang berlaku di wilayah tersebut dengan waktu kerja 7 jam perhari.

Disinggung perihal anggaran yang digunakan untuk upah warga, pria berdarah Palembang ini mengatakan berasal dari alokasi anggaran yang sudah ada dalam perjanjian kontrak antara pihaknya dengan penyedia jasa selaku pihak pelaksana.

Perlu diketahui, untuk ruas jalan nasional dibawah kewenangan PPK 4.3 BBPJN Jawa Timur - Bali sendiri sepanjang 57,5 kilometer yang meliputi Surabaya, Gresik, Sadang. (Bg)