Bantah Tudingan Risma, Gugus Tugas Covid-19 Jatim : Data Sudah Sesuai Alur Dari Kemenkes RI.

"Username dan password yang pegang adalah staf Dinkes kab/kota masing-masing. Misal mereka input 200 ya keluar 200 hari ini, Misal Surabaya ingin kasusnya hari ini 0, ya mereka input 0 maka hari ini di web juga akan muncul 0. Kita tidak pernah merubah data apapun dari Kabupaten dan kota karena kita menghargai otonomi dan kerja keras mereka," tegas dr. Makhyan Jibril.

Bantah Tudingan Risma, Gugus Tugas Covid-19 Jatim : Data Sudah Sesuai Alur Dari Kemenkes RI.
Gambar Foto : dr.Makhyan Jibril Al Farabi, Gugus Tugas Covid-19 Jatim | doc. Pribadi

SBO.CO.ID, SURABAYA - Tidak ingin tinggal diam atas apa yang disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menyebut bahwa data yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur dihadapan pemerintah pusat saat berkunjung ke Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020), dr. Makhyan Jibril dari Gugus Tugas Covid-19 Jatim menjelaskan alur publikasi data Gugus Tugas Jatim saat ini sudah sesuai dengan alur dari Kemenkes RI.

"Data COVID-19 Jatim dikumpulkan dari laboratorium jejaring yang dijadikan satu ke provinsi kemudian ke PHEOC Kemenkes untuk dilakukan pendataan secara nasional dan verifikasi. Data tersebut sudah ada nama laboratorium, nama pasien, domisili pasien dan kab/kota," kata Jibril.

Baca juga : Tanggapi Batas Waktu Dari Jokowi Ini Jawaban Risma

Baca juga : Jokowi Kirim Masker dan Beri Waktu 2 Minggu Jatim Kendalikan Covid-19

Data dari PHEOC, lanjut Jibril, kemudian dikirimkan ke provinsi dan diteruskan ke kab/kota untuk dilakukan tracing dan verifikasi domisili setiap pagi.

"Jadi harus diingat, provinsi membaginya berpedoman pada keterangan domisili dari PHEOC kemenkes. Setelah tracing dan verifikasi, masing-masing dinkes kab/kota input ke aplikasi COVID-19 Jatim untuk divisualisasikan," jelas Jibril.

"Selama ini dinas kesehatan kota dan kabupaten lain oke-oke saja dan input tiap jam 4 sore tepat waktu, tidak pernah ada masalah. Selama ini justru kita selalu bersabar menunggu verifikasi dari Surabaya karena kita tahu data dari PHEOC yang domisili Surabaya jumlahnya biasanya ratusan. Alhasil data dari Surabaya seringkali masuk terakhir, yakni jam 6-7 sore. Bahkan seringkali tracing dan verifikasi dari Surabaya belum selesai jam 6-7 sore dalam beberapa hari ini, akhirnya kita sediakan kolom konfirmasi di web untuk kasus yang domisilinya menurut PHEOC di Surabaya, namun masih belum selesai di verifikasi Dinkes Surabaya," lanjutnya.

Jibril meminta Dinkes Kota Surabaya tidak perlu berpolemik. Karena data yang ada di peta sebaran Gugus Tugas COVID-19 Jatim, ialah data yang diinput sendiri oleh Dinkes Kab/Kota se-Jatim sesuai domisili kasus.

"Username dan password yang pegang adalah staf Dinkes kab/kota masing-masing. Misal mereka input 200 ya keluar 200 hari ini, Misal Surabaya ingin kasusnya hari ini 0, ya mereka input 0 maka hari ini di web juga akan muncul 0. Kita tidak pernah merubah data apapun dari Kabupaten dan kota karena kita menghargai otonomi dan kerja keras mereka," tegasnya.

"Justru di era pandemi ini transparansi data sangat penting. Data sebaran kab/kota saat ini juga secara transparan dibuka oleh Gugus Tugas Pusat maupun berbagai macam lembaga-lembaga independen seperti KawalCOVID dan LaporCOVID," pungkasnya. (Fai/Bg)