9 Perawat Meninggal, 129 Perawat Di Jatim Terpapar Covid-19,

“Dari angka 129 itu (perawat terkonfirmasi Covid-19) sekitar 30 persen masih dalam perawatan dan rata- rata yang berdinas masih dari yang di Puskesmas, sedangkan jumlah yang terbanyak adalah yang di kota Surabaya,”ujar Nursalam.

SBO.CO.ID, SURABAYA - Implisia Guarda Mayesti, perawat senior di rumah sakit St. Vincentius A Paulo atau RKZ, meninggal dunia. Perawat lulusan D4 Akademi Keperawatan universitas Airlangga (Akper Unair) tahun 2000 ini meninggal setelah berjuang selama 3 hari, akibat positif Covid-19. Perawat berusia 61 tahun ini terkonfirmasi positif Covid-19, usai kontak dengan pasien Covid 19.

Profesor Nursalam, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Timur (PPNI Jatim) mengatakan meninggalnya perawat Iimplisia Guarda Mayesti ini menambah daftar jumlah perawat di Jawa Timur yang meninggal dunia akibat covid 19 menjadi 9 orang. Sedangkan  jumlah perawat yang terpapar covid 19 terus bertambah menjadi 129 orang.

“Jumlah perawat yang terkonfirmasi positif hingga tanggal 25 Juni 2020 sebanyak 129, jadi terjadi penambahan – penambahan yang terus menerus, nah inilah yang menjadi catatan kita sebagaimana kita kemarin ada dua perawat yang meninggal dan hari ini bertambah lagi,” Kata Nursalam.

Sementara itu terkait dengan angka terbanyak perawat yang terkonfirmasi Covid-19, Nursalam mengatakan dari 129 jumlah perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak adalah perawat yang bertugas di Puskesmas dengan Surabaya sebagai wilayah terbanyak.

“Dari angka 129 itu (perawat terkonfirmasi Covid-19) sekitar 30 persen masih dalam perawatan dan rata- rata yang berdinas masih dari yang di Puskesmas, sedangkan jumlah yang terbanyak adalah yang di kota Surabaya,”ujar Nursalam. (Rul/Bg)